Wali Kota Kediri Lepas Puluhan Atlet dan Pelatih yang Tampil di PON Papua

Kediri Dalam Berita | 24/09/2021

Kediri, koranmemo.com – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melepas dan memberikan arahan kepada 18 atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 20 di Provinsi Papua, Kamis (23/9/2021).

Dalam kegiatan yang digelar di ruang Kilisuci Pemerintah Kota Kediri, Wali Kota Kediri memberikan arahan dan dukungan penuh kepada atlet serta bantuan berupa uang tunai sebagai bentuk penyemangat ketika berlaga di PON ke 20 Papua.

Dalam sambutannya, Abdullah Abu Bakar mengucapkan terima kasih kepada atlet dan pelatih yang konsisten dalam menjalankan latihan dan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Jadi, tidak terbayang mengikuti latihan dan pertandingan di masa pandemi ini yang mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diri.

“Saya harap kepada atlet harus tetap jalankan protokol kesehatan dan kalian mewakili Kota Kediri dan Jawa Timur harus semangat berikan yang terbaik dan bermain fair play,” jelasnya.

Pria disapa akrab Mas Abu ini mendoakan yang terbaik kepada para atlet dan memberikan bantuan berupa uang sebagai penyemangat dalam mengikuti pertandingan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. Meski demikian, jika mereka menang maka dia akan memberikan tambahan bonus kembali. Sedangkan, jika nanti bisa menang maka harus bersyukur karena hal itu menjadi hadiah yang diberikan oleh tuhan atas latihan para atlet yang sungguh-sungguh.

“Kepada para pelatih saya ingin bisa menekan jiwa satria pada atlet kita ini dan semoga bisa diberikan emudahan kita semua untuk memberikan prestasi yang terbaik bagi Kota Kediri,” tutur Wali Kota Kediri.

Sementara itu, Mariya Karangora, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Kediri menjelaskan, ada 18 atlet dan 2 pelatih yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang ke 20. Dari 18 atlet masing-masing 1 angkat besi, 7 atletik, 4 bola tangan, 2 takewondo, 1 futsal, 1 renang, 1 senam atletis, dan 1 sepakbola. Sementara itu target dalam PON yaitu bisa mendapatkan 5 emas dalam perorangan.

“Kalau secara resmi PON dimulai pada 2 Oktober hingga 15 Oktober. Dari segi persiapan kesehatan mereka akan tetap dipantau terus dan pulang bisa selamat,” ucapnya.

Sementara itu Mayliana Candra Dewi, Pelatih nomor sprint dan lompat mengaku, persiapan semuanya berjalan dengan lancar dan anak-anak berlatih sangat baik. Sedangkan, atlet akan tiba ke Papua pada 5 hari sebelum perlombaan dimulai karena atlet dan pelatih juga harus adaptasi lapangan, iklim, dan lingkungan dahulu.

“Pastinya kita akan berikan yang terbaik demi Kota Kediri dan Jawa Timur. Kalau untuk target kami yakin bisa tercapai,” pungkasnya.