SURYA.CO.ID, KEDIRI - Kontingen atlet dan pelatih asal Kota Kediri yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua dilepas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Kamis (23/9/2021).
Atlet asal Kota Kediri yang akan berlaga di ajang di PON XX/2021 Papua sebanyak 18 orang terbagi pada 8 cabang olahraga (cabor).
Di antaranya, 1 orang atlet cabor angkat besi, 7 orang atlet cabor atletik, 4 orang atlet cabor bola tangan, 1 orang atlet cabor futsal, 1 orang atlet cabor renang, 1 orang atlet cabor senam artistik, 1 orang atlet cabor sepak bola dan 2 orang atlet cabor taekwondo.
Namun yang hadir dalam pelepasan kontingen atlet yang akan mengikuti PON XX/2021 Papua hanya 10 orang atlet dan 2 pelatih, karena 8 orang atlet sudah berangkat ke Papua.
Dalam pelepasan kontingen atlet ini juga diberikan uang stimulan secara simbolis kepada 4 orang yang terdiri dari 2 pelatih dan 2 atlet.
Para atlet dan pelatih kontingan PON XX Papua asal Kota Kediri juga mendapatkan bantuan uang stimulan dari KONI Kota Kediri.
Untuk atlet Rp 3,5 juta dan pelatih Rp 6 juta.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, pandemi Covid-19 saat ini mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Sebagai manusia harus bisa menyesuaikan dengan keadaan ini.
Kepada para atlet dan pelatih, Wali Kota mengingatkan terus patuhi protokol kesehatan saat bertanding.
"Terima kasih selama ini telah konsisten baik dalam menjalankan latihan maupun patuh terhadap protokol kesehatan sebagai salah satu persiapan mengikuti PON XX tahun 2021 di Papua," ujarnya.
Wali Kota Kediri juga berpesan kepada para atlet yang mewakili Kota Kediri dan Jawa Timur, untuk bertanding secara sehat dan jangan pernah berbuat curang.
Sedangkan untuk para pelatih supaya menanamkan jiwa ksatria terhadap para atletnya.
Diharapkan para atlet ini bisa meraih prestasi terbaiknya pada PON XX/2021 di Papua.
“Karena kalian mewakili Kota Kediri dan Jawa Timur maka jangan buat malu dan bertandinglah secara sehat,” tambahnya.
Sementara Eka Cahaya Ningrum, salah satu atlet mengatakan, persiapan untuk bertanding di PON XX tidak jauh berbeda dengan PON sebelumnya.
Seperti melakukan latihan rutin, menjaga pola makan, jaga pola tidur dan semuanya dijaga agar performa saat bertanding tetap baik.
Untuk persiapan khususnya lebih ke karantina mandiri karena saat ini masih pandemi Covid-19 sehingga harus mawas diri dan mengurangi mobilitas.
“Jadi di asrama saja, kalau keluar hanya untuk latihan saja,” imbuhnya.
Atlet cabor atletik ini mengatakan sudah siap untuk bertanding pada PON XX di Papua.
Karena sudah cukup lama tidak bertanding, sehingga tidak tahu kondisi lawan, sehingga mempersiapkan diri lebih baik.