SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pertemuan perwakilan Aliansi Seniman Kota Kediri dengan pejabat Forkompinda Kota Kediri telah menghasilkan kesepakatan memberikan kelonggaran para seniman berkreasi di saat pandemi Covid-19, Rabu (22/9/2021).
Pertemuan dengan Aliansi Seniman dihadiri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi dan Dandim Kediri Letkol Inf Rully Eko.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri para seniman diperbolehkan berkreasi dengan tetap menjalankan dan mengedepankan protokol kesehatan.
Salah satunya akan dilakukan uji coba pertunjukan kesenian jaranan di tempat umum yang sesuai ketentuan protokol kesehatan.
Saat dialog, para pelaku seni membawa sebuah poster bertuliskan "Pandemi Bukan Untuk Ditakuti dan Dihindari Tapi Untuk Dihadapi Melalui Seni Kami Siap Berkreasi".
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjelaskan, sebelumnya kelompok Aliansi Seniman Kediri akan melakukan demo. Kemudian difasilitasi untuk melakukan audiensi dan dialog dengan pejabat Forkompinda Kota Kediri.
"Walaupun saat ini Kota Kediri sudah berada di level 2. Kita bukan berarti longgar, nanti bisa naik lagi ke level 4 dan bisa lock down lagi," jelasnya.
Sehingga ada kesempatan dengan para pelaku seni di antaranya, membatasi jumlah penonton dan antar pemain saling menjaga jarak. "Selain itu seluruh pemain memakai masker, kecuali yang menyanyi," tambah pria yang akrab disapa Mas Abu ini.
Ia menyebutkan, akan mengawal hasil kesepakatan. Selain itu diharapkan kedepannya menjadi bagian dari edukasi masyarakat.
Karena saat ini semua harus menyesuaikan dengan keadaan pandemi Covid 19.
Termasuk pagelaran kesenian lainnya diperbolehkan, namun harus tetap diatur lebih detail lagi.
"Kita tidak boleh los-losan lagi," ungkap Mas Abu.
Apalagi sudah lama masyarakat terkena Pandemi Covid sehingga harus tetap dikendalikan. "Menurunkan itu susah banget, kalau meledakkannya gampang," jelasnya.
Sementara Mohamad Hanib, Koordinator Aliansi Seniman Kediri mengungkapkan, keluarga seniman kondisinya semakin susah dan memprihatinkan akibat dampak Pandemi Covid.
Kondisi itu semakin sulit karena kebijakan pemerintah yang sangat kurang memperhatikan nasib para pelaku seni yang terdampak Pandemi Covid.
Sehingga para seniman di Kota Kediri meminta kelonggaran sehingga bisa tampil dan pentas yang merupakan sumber penghasilannya.
Saat dilakukan dialog dengan pejabat Forkompinda Kota Kediri, masing-masing perwakilan pelaku seni menyampaikan keluh kesahnya.
"Selama hampir dua tahun pandemi tidak ada perhatian nasib para seniman. Kami mohon Pak Wali untuk memperhatikan para seniman," ungkapnya.