Perajin Raup Potensi Besar Batik Ecoprint, Unik Karena Ramah Lingkungan dan Motif Tak Bisa Ditiru

Kediri Dalam Berita | 21/09/2021

Surya.co.id

 
surya/didik mashudi
 
Proses pembuatan batik ecoprint lebih ramah lingkungan karena menggunakan pewarna alami. 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Berawal ingin memiliki usaha yang bernilai untuk melestarikan budaya, telah mengantarkan Sri Ayuni menjadi pengusaha Batik ecoprint terkemuka di Kota Kediri.

Usaha batik ini mulai dirintis Sri Ayuni sejak 2016 dengan mendirikan Industri Kecil Menengah (IKM) Top Cemerlang Batik di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri.

Sri Ayuni mengaku, sejak awal ia memang ingin memiliki usaha yang mempunyai nilai budaya. Sehingga ia merintis usaha dengan menekuni batik tulis dan jumput karena ingin melestarikan budaya.

"Namun saat ini usaha saya fokuskan ke batik ecoprint, yang juga masih memiliki nilai budaya tetapi belum banyak dikenal di Kota Kediri.Jadi peluang usahanya lebih besar," ungkap Sri Ayuni kepada SURYA, Minggu (19/9/2021).

Ia menuturkan, batik tulis dan jumputan sudah banyak pelaku IKM KOta Kediri yang memproduksi dalam jumlah besar. Menurut Sri Ayuni, selain unik pembuatan batik ecoprint terbilang lebih mudah dibandingkan batik tulis.

Selain itu pembuatan batik ecoprint lebih cepat dan mudah. "Apalagi bahan baku pewarnanya juga ramah lingkungan," jelasnya.

Karena untuk pewarna batik ecoprint, ia menggunakan kayu, dedaunan dan bunga. Sehingga berbeda dengan pembuatan batik tulis atau batik cap.

"Batik tulis atau cap pewarnaanya menggunakan bahan kimia, namun batik ecoprint menggunakan unsur-unsur alami tanpa bahan sintetis atau kimia. Karena itulah batik ini sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran air, tanah atau udara," jelasnya.

Selain menggunakan pewarna alami, motif yang digunakan pada ecoprint juga berasal dari daun, bunga dan ranting. "Di sinilah letak seni dan keunikan ecoprint, karena baik warna maupun motif tidak bisa diulang sekalipun bahan dan proses pembuatan sama,” ungkapnya.

Untuk menularkan kemampuannya, Sri Ayuni telah membuka kelas untuk pelatihan pembuatan batik ecoprint ini. Selain untuk busana, batik ecoprint juga bisa untuk tas, selendang dan aksesoris busana lainnya.

Berkat keunikan produknya, Sri Ayuni kerap mendapatkan pesanan dari luar kota hingga luar daerah, seperti Surabaya dan Kalimantan.

"Alhamdulillah karena teman banyak, ada saja yang pesan batik ecoprint. Tetapi saat ini saya masih mengerjakan sendiri sehingga belum bisa menerima pesanan dalam jumlah besar," tambahnya.

Ia berencana menambah karyawan dan memperbesar tempat produksi. "Insya Allah kalau ada rezeki, saya juga ingin membuat galeri untuk memajang batik ecoprint siap jual," ungkapnya.

Selama ini IKM Top Cemerlang Batik telah mendapatkan dukungan dari Kantor Disperdagin Kota Kediri sehingga sangat membantu dalam membangun usaha batik ecoprint.

"Pemkot Kediri begitu banyak berkontribusi. Mulai dari memberikan pelatihan ketrampilan membatik, membantu pemasaran produk saya di pameran. Juga memberi pelatihan marketplace, membantu izin usaha dan juga menjembatani untuk mendapatkan sertifikat kompetensi di Semarang dan Surabaya," ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Disperdagin Kota Kediri, Tantowi Johari memberikan dukungan penuh kepada IKM Top Cemerlang Batik untuk mengembangkan usahanya.

Sehingga mulai bantuan legalitas usaha hingga promosi produk secara online dan offline, telah dilakukan untuk membantu agar para pelaku IKM terus berkembang.

"Kami selalu berupaya membantu IKM di Kota Kediri terus berkembang dan mampu survive di masa pandemi yang berkepanjangan ini. Para pelaku IKM juga harus ikut berusaha, terus berkreasi dan berinovasi," ujar Tantowi.