Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Program Kelas Pemulihan Ekonomi UKM Terdampak Covid-19 (Pake Sumpid) Kota Kediri berlangsung secara online diikuti 132 peserta, Kamis (16/9/2021).
Seluruh peserta merupakan UKM yang telah mendaftar dan melewati tahap seleksi.
Manager Klinik Usaha Mikro Kantor Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Fuad Candra Agustiono, menjelaskan, pada kegiatan ini, seluruh peserta diminta untuk mengikuti secara daring.
Setelah pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembekalan ilmu dari unsur akademisi Politeknik Negeri Malang PSDKU Kediri terkait pemasaran di era digital.
"Dalam launching ini, kami sekaligus juga akan melakukan kontrak belajar dengan para peserta seperti jadwal, waktu, jam terlambat dan sebagainya supaya proses pembelajaran ini bisa berjalan dengan maksimal," ungkapnya.
Pembelajaran akan berlangsung selama 4 kali pertemuan secara daring dibagi berdasarkan jenjang kelas pembelajaran. Peserta hanya diperbolehkan untuk izin sebanyak satu kali saja, melebihi itu, maka peserta dinyatakan gugur.
Sedangkan untuk materi pembelajarannya, disesuaikan dengan masing-masing kelas dengan tingkatan tertentu berdasarkan pencapaian usahanya.
"Untuk yang kelas 1, kami targetkan masing-masing peserta sudah punya toko online di dua marketplace dan satu ojek online serta memiliki akun google bisnis," jelasnya.
Sedangkan kelas 2, targetnya minimal sudah mencapai 30 transaksi jual beli secara online dengan review bintang lima.
Kelas tiga targetnya bisa mengoptimalkan usaha yang dipasarkan, membuat rencana pemasaran dan membuat linimasa pemasaran.
Setiap pertemuan peserta juga akan mendapatkan tugas yang harus dikerjakan sehingga bisa membuat evaluasi perkembangan dari masing-masing peserta.
Sedangkan untuk peserta dari masing-masing kelas terdiri dari 42 peserta di kelas pertama, 50 peserta untuk kelas dua, dan kelas tiga ada 42 peserta.
"Jadi total ada 134 peserta yang mengikuti program ini," ungkapnya.
Dinkop-UMTK Kota Kediri berharap melalui kegiatan ini, peserta yang telah lolos dan berhasil menjadi peserta setelah menyelesaikan pembelajarannya dapat menularkan ilmunya ke sesama rekan pengusaha di Kota Kediri.
Sementara Kepala Dinkop-UMTK Kota Kediri, Bambang Priambodo, mengatakan, meski saat ini diterpa pandemi Covid-19, pelaku usaha UKM harus tetap optimistis untuk mengembangkan usahanya.
"Saya mengajak kepada para pelaku dan penggiat UMKM ini untuk optimistis, salah satu caranya dengan mengikuti perkembangan digitalisasi," ungkapnya.
Diharapkan kegiatan program kelas dapat menjadi penyemangat dan ilmu baru bagi pelaku dan penggiat UKM dalam mengembangkan usahanya ke level digital, supaya tetap bisa bertahan meski kondisi pandemi.
Karena dengan upaya go digital melalui program Pake Sumpid, sekat yang membatasi atara konsumen dan penjual dapat terkikis, sehingga prospek penjualan dapat terus meningkat dan kesejahteraan masyarakat Kota Kediri dapat tercapai melalui UKM.