Kediri, koranmemo.com – Bertanding di Stadion Pakansari Bogor, Persik Kediri sukses membekuk Borneo FC 0-1 (0-0) lewat gol semata wayang Adi Eko Jayanto, Jumat (10/9) malam, dalam lanjutan Liga 1 2021-2022. Skenario Pelatih Kepala Persik Kediri, Joko Susilo yang memasang 3 bek untuk meredam serangan klub berjuluk Pesut Etam.
Sekilas pada pertandingan malam kemarin, dengan misi membawa pulang poin, Persik Kediri menggunakan strategi andalannya. Pelatih menggunakan sistem 5-3-2 dengan, 3 bek tengah dan 2 full bek kanan dan kiri. Dengan strategi ini Macan Putih julukannya tampil lebih bertahan namun tetap efektif di lini depan.
Duet Septian Satria Bagaskara dan Youssef Ezzejjari diturunkan sebagai starter untuk memaksimalkan serangan. Namun sayang pada babak ke-1 statistik pertandingan klub asal Kota Kediri tersebut tidak memuaskan, babak ke-2 Bagas diganti dengan Antoni Putro Nugroho. Di menit yang sama, menit ke-46, Sackie Teah Doe diganti Bayu Otto untuk menambah daya serang.
Skema pergantian pemain di Babak ke-2, membuat permainan Persik Kediri membaik. Tidak hanya itu setelah, Vava Mario Yagalo masuk menggantikan OK John, beberapa tendangan ke gawang bisa diciptakan, meski tidak berbuah gol.
Tak mau kalah, Borneo FC juga memasukkan Jonathan Ezequiel dan Muhammad Fajar menit ke-57. Mereka menggantikan Sultan Samma dan Sihran Amarullah di lini tengah.
Saling serang pun terjadi, Persik Kediri yang menumpuk bek tengah memaksa Borneo FC melakukan serangan di sisi sayap. Crosing pemain Pesut Etam selalu dihalangi, selain itu saat bisa mengumpan ke depan geng, Andri Ibo dan Arthur Felix selalu menggagalkan peluang lawan.
Tak berselang lama, penyerang berpostur pendek, Haryanto Panto masuk menggantikan Ezzejjari menit ke-64. Bersama Bayu Otto, mereka terus mencoba membongkar pertahanan lawan.
Menit ke-70, Borneo FC sempat mendapatkan peluang dari sepakan pojok. Nke Ondoua, striker lawan mengancam lewat sundulan setelah lolos dari kawalan Andri Ibo. Namun bola tidak mengarah ke gawang dan hanya memantul ke tanah.
Jual beli serangan terjadi, menit ke-71 Vava melakukan tendangan ke gawang namun masih bisa diblok pemain belakang. Gol pertandingan baru tercipta menit ke-79 melalui kerjasama satu dua, Adi Eko Jayanto pemain tengah mengantarkan Persik Kediri memimpin 1-0 pada menit akhir pertandingan.
Setelah unggul, Andri Ibo dan kawan-kawan menurunkan tempo, menyimpan tenaga, dan menerapkan strategi bertahan. Mereka mengulur waktu untuk mempersempit kesempatan lawan membuat gol. Cara ini pun berhasil, dengan tambahan waktu 4 menit Borneo FC gagal menyamakan kedudukan. Skor 1-0 untuk Macan Putih bertahan hingga pertandingan usai.
Setelah pertandingan, Joko Susilo menjelaskan skema permainan termasuk substitusi pemain sudah direncanakan. “Pada pertandingan sebelumnya, substitusi pemain kami selalu membuat tim mengalami penurunan mental. Jadi kami jelaskan pergantian pemain bukan berarti penggawa kami bermain buruk tetapi itu bagian dari rencana,” katanya.
Dia berterima kasih pada semua pihak yang memberi kritikan dan saran untuk membangun tim. Menurutnya kritikan tersebut sangat diperlukan untuk evaluasi tim agar lebih baik dari sebelumnya. Dengan kemenangan ini, Macan Putih berada di peringkat 7 klasemen sementara dan keluar dari zona degradasi.

