Angka Kematian dan Kasus Aktif Kota Kediri Harus Ditekan

Kediri Dalam Berita | 26/08/2021

Kediri, koranmemo.com – Kota Kediri lima kali mendapatkan perpanjangan PPKM Level 4. Beberapa indikator penanganan Covid-19 dinilai masih kurang sehingga dalam pekan terakhir, Agustus ini, pemerintah daerah harus menekan beberapa indikator yang menjadi penilaian dalam penentuan status wilayah, yaitu angka kematian dan kasus aktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima, menjelaskan, pada PPKM Level 4 ini peraturan masih sama seperti pekan sebelumnya. Tidak ada pelonggaran pada peraturan perpanjangan ke-5 ini karena sebelumnya sudah ada beberapa aturan yang dilonggarkan.

“Peraturan masih sama, makan di warung atau tempat makan maksimal 30 menit. Pelonggaran hanya pada level 2 dan level 3,” katanya, Rabu (25/8).

Menurutnya ada beberapa indikator yang belum memenuhi untuk menurunkan level atau warna risiko penularan oleh pemerintah pusat. Diantaranya kasus aktif dan kasus kematian. Meski sudah mengalami penurunan sejak 16 Agustus namun saat ini kasus aktif di daerah masih cukup tinggi.

“Tingkat kematian Kota Kediri masih 9,35 persen pada pembaruan data tanggal 24 Agustus kemarin. Total sebanyak 354 orang meninggal dari sebanyak 3.784 kasus positif dari tahun 2020. Sedangkan kasus aktif pada tanggal yang sama sebanyak 378 orang. Ini masih cukup tinggi,” katanya.

Fauzan menambahkan, untuk menekan angka kematian Covid-19, pemerintah daerah sudah meminta agar kasus Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman) di rumah agar dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menjalani isolasi terpusat (isoter). Kelurahan juga diharapkan melakukan pengecekan kesehatan ke rumah warga.

Meskipun tracing Kota Kediri sempat menduduki peringkat 1 di Jawa Timur, menurut Fauzan, masih belum cukup untuk menurunkan level PPKM Kota Kediri. Dia berharap pekan terakhir Agustus ini kasus aktif mulai turun dan sehingga status turun menjadi level 3.