Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri siap melakukan vaksinasi massal secara lebih masif, menjaga ketersediaan obat, hingga merawat pasien di isolasi terpusat sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan Pemerintah Kota Kediri akan terus melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 dan telah bekerja sama dengan perguruan tinggi kesehatan untuk menjadi vaksinator.
"Kami akan melakukan vaksinasi secara lebih masif lagi. Pak Presiden menyampaikan akan memberikan vaksin lebih banyak. Insya-Allah kalau vaksinnya datang kami akan lebih masifkan lagi," katanya di Kediri, Jumat.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri per tanggal 18 Agustus penerima dosis satu mencapai 147.354 orang, dosis dua sebanyak 87.685 orang, dan dosis tiga sebanyak 1.827 orang.
Ia juga menambahkan, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan tempat isolasi terpusat di bekas Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan Gedung Nasional Indonesia (GNI). Saat ini tempat isolasi terpusat tersebut telah dimanfaatkan.
Berdasar data BPBD Kota Kediri tanggal 19 Agustus 2021, tempat isolasi terpusat terisi 30 orang.
"Nantinya warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 akan diarahkan isolasi terpusat. Kami sediakan tempat dan semua fasilitasnya sudah disiapkan. Termasuk makan, minum, tempat berjemur dan tempat tidur. Semua fasilitas sudah enak dan bisa digunakan," kata dia.
Wali Kota Kediri juga mengatakan ketersediaan obat-obatan di Kota Kediri masih aman. Pemerintah Kota Kediri bersama Forkopimda terus melakukan pemantauan ketersediaan obat-obatan di Kota Kediri.
"Kami dari Forkopimda Kota Kediri menjamin obat-obatan di Kota Kediri aman. Insya-Allah akan ada terus," kata dia.
Sementara itu, data dan grafik kasus COVID-19 di Kota Kediri mulai terlihat melandai. Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya agar kasus COVID-19 ini terkendali.
Dalam mengendalikan kasus COVID-19, menurut Wali Kota juga dibutuhkan kerja sama dari semua pihak. Apabila kasus dapat dikendalikan maka perekonomian dapat tumbuh dengan baik.
"Saya mohon kita bisa bekerja sama untuk mengendalikan semua itu. Mudah-mudahan dengan ikhtiar semacam ini Insya Allah kita bisa menekan angka COVID-19 dan mengobati saudara-saudara kita dengan baik. Jadi tidak ada yang telat terobati. Saya harap tidak terjadi lagi di Kota Kediri pasien masuk dengan kondisi buruk. Mudah-mudahan ikhtiar ini bermanfaat bagi kita semua," katanya berharap.
Wali Kota Kediri ikut serta rapat dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Madiun, Kamis (19/8). Beberapa penekanan diberikan Presiden Joko Widodo dalam arahannya kepada Forkopimda se-Jawa Timur dalam penanganan COVID-19, mulai dari isolasi pasien COVID-19 secara terpusat, percepatan vaksinasi, dan ketersediaan obat-obatan.
Di Kota Kediri, hingga Kamis (19/8) terdapat 3.701 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 437 orang yang masih dirawat, 2.921 orang telah sembuh dan 343 orang telah meninggal dunia.

