Kediri, koranmemo.com – Memasuki pertengahan Agustus, kasus penularan Covid-19 di Kota Kediri mulai menunjukkan penurunan. Meski kurva kasus positif masih meningkat, grafik kasus aktif mengalami penurunan sejalan dengan banyaknya kasus sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fauzan Adima menjelaskan penurunan mulai terlihat tanggal 16 Agustus kemarin. Kurva kasus aktif di laman corona.kedirikota.go.id mulai menunjukkan pola menurun.
“Tanggal 15 Agustus kemarin kasus aktif total 678. Secara bertahap menurun drastis mulai tanggal 16 Agustus, kurva menukik dan pemutakhiran data terakhir tanggal 18 Agustus turun menjadi 462 kasus aktif,” katanya.
Kasus aktif mulai bisa ditekan setelah hampir sebulan menjalankan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Berbagai kegiatan dibatasi mulai dari makan di tempat makan, menutup mall, membatasi sektor non esensial serta sektor non kritikal, dan mematikan lampu di jalanan pusat keramaian Kota Kediri.
“Dampak upaya pencegahan penularan oleh GTPP Covid-19 sudah mulai terlihat. Memang level Kota Kediri masih tinggi dan berada di zona merah. Masyarakat harus tetap waspada,” imbuhnya.
Rasio okupansi tempat tidur RS di Kota Kediri pun sudah mulai menurun. Tercatat tanggal 18 kemarin, total 579 tempat tidur isolasi terisi sebanyak 45 persen saja. Sebanyak 321 masih belum terisi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri, Triyono Kutut Purwanto menambahkan, sejalan dengan penurunan kasus aktif bantuan sosial isolasi mandiri (bansos isoman) di kelurahan berkurang. “Juli lalu kami bisa mengirimkan 100 paket sembako perhari. Tapi kali ini sudah mulai turun, perhari biasanya hanya 50 sampai 45 paket bansos isoman yang disalurkan,” tambahnya.
Saat peningkatan kasus menurutnya, Dinsos Kota Kediri mengalami kesulitan untuk mengirimkan bantuan. Karena permasalahan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non esensial dan non kritikal untuk menyalurkan bansos ke setiap kelurahan.

