Tali Asih Untuk Pejuang Perintis Kemerdekaan di Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 19/08/2021

Surya

 
surya.co.id/didik mashudi
 
Petugas Dinas Sosial Kota Kediri memberikan bingkisan sebagai tali asih kepada para pejuang perintis kemerdekaan di Kota Kediri. 
 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Kota Kediri melalui Dinas Sosial Kota Kediri memberikan bingkisan sebagai tali asih kepada para pejuang perintis kemerdekaan.

Tali asih diberikan pada saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 76 oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah agar selalu mengingat dan menghormati jasa-jasa yang telah dilakukan oleh para pejuang untuk Bangsa Indonesia.

Bingkisan yang diberikan tersebut berupa paket sembako dan 1 kotak masker.

Selain bingkisan dari Pemkot Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan bingkisan sebagai apresiasi kepada para pejuang perintis kemerdekaan ini.

Bingkisan yang diberikan berupa 1 buah magic com, 1 paket sembako dan 1 kotak susu.

Bingkisan tersebut langsung diberikan oleh Dinas Sosial Kota Kediri ke sejumlah pejuang dan janda dari pejuang perintis kemerdekaan.

Di antara para pejuang itu Hendrik Adolf Unwaru (82) yang tinggal di Kelurahan Lirboyo.

Hendrik merupakan satu-satunya pejuang perintis kemerdekaan yang masih hidup di Kota Kediri dan salah satu saksi hidup bagaimana perjuangan Bangsa Indonesia mendapat kemerdekaannya.

“Ini dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, kita berikan bingkisan kepada para pejuang dan janda pejuang perintis kemerdekaan," ungkap Candrawati Puspitorini, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Kediri, Rabu (18/8/2021).

Diharapkan tali asih bermanfaat serta sebagai bentuk penghormatan dari pemerintah kepada jasa-jasa para pejuang perintis kemerdekaan.

Ada 5 orang pejuang dan janda dari pejuang perintis kemerdekaan yang diberikan bingkisan pada HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Dijelaskan Candrawati Puspitorini menambahkan, pejuang perintis kemerdekaan yang tergolong pada saat perjuangan setelah proklamasi kemerdekaan 1945.

“Mereka adalah para pejuang setelah proklamasi kemerdekaan 1945 pada saat Belanda masuk kembali ke Indonesia. Jadi yang pada saat itu memiliki Surat Keputusan (SK) bertugas pada saat Belanda kembali masuk ke Indonesia oleh Pemerintah Pusat digolongkan sebagai pejuang perintis kemerdekaan,” jelasnya.

Candrawati berharap bingkisan yang diberikan bisa bermanfaat untuk para pejuang dan janda pejuang perintis kemerdekaan. Terlebih pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Kita mengapresiasi dan menghormati jasa-jasa beliau, semoga bingkisan ini bisa juga meningkatkan imunitas para veteran di masa pandemi ini sehingga mereka dapat terus menginspirasi generasi muda untuk meneruskan perjuangan demi Indonesia yang lebih baik lagi,” ungkapnya.