Belajar Daring Berlanjut, Ini Pesan Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri, Agar Anak Tidak Kecanduan HP

Kediri Dalam Berita | 13/08/2021

Kediri, Koranmemo.com – Dewan Pendidikan Kota Kediri mengingatkan para orang tua untuk intensif melakukan pengawasan terhadap anaknya dalam penggunaan handphone ( HP ) selama belajar dengan sistem on line atau daring di masa pandemi Covid-19. Sebab, banyak keluhan dan curhat dari orang tua yang mengeluh anaknya kecanduan HP setelah satu tahun belajar dengan sistem daring.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri Heri Nurdianto mengatakan, sebelum pandemi, untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa harus datang ke sekolah dan tidak boleh bawa HP. Tetapi saat pandemi ini, kebalikannya. Siswa tidak boleh datang ke sekolah dan harus pegang HP untuk belajar. Karena setiap hari pegang HP dan akses internetnya difasilitasi, akhirnya siswa lebih banyak bebas menggunakan HP. Sedangkan kecenderungan anak-anak kalau pegang HP lebih banyak untuk kesenangan daripada untuk kebutuhan.

“namanya anak-anak, kalau sudah pegang HP ya kebanyakan untuk main game atau buka youtube dengan berbagai konten hiburan,”katanya.

Untuk itu, menurut Heri, karena salah satu kerentanan yang menimpa anak ketika belajar daring adalah kecanduan HP, orang tua harus meningkatkan pengawasan. Bahkan akan lebih baik lagi bila orang tua membuat jadwal khusus, kapan, berapa lama dan untuk kebutuhan apa anak boleh pegang HP.

“Kunci pengendalian penggunaan HP pada anak adalah dengan menerapkan pola 4 D, Yakni, dipinjami, didampingi, diawasi dan dibatasi,”terang Heri Nurdianto pada koranmemo.com, Kamis (12/8).

Bila kedua orang tua sama-sama bekerja dan tidak bisa mendampingi anak saat belajar daring, solusinya kata Heri, meminta bantuan keluarga lain untuk mendampingi anak belajar. Jangan sampai anak pegang HP tanpa ada pengawasan dari orang dewasa.

“kalau orangtuanya repot, bisa minta tolong saudara atau keponakan. Kalau tidak ada yang bisa dari unsur keluarga, ya harus rela dan mau menggunakan jasa guru les privat,”tegas Heri.

Dampak kecanduan HP, lanjut Heri, bisa menyebabkan anak memiliki perilaku dan karakter negatif. Di antaranya, anak menjadi tidak kreatif karena selama ini tergantung permainan dan tontonan hiburan di HP. Kemudian anak juga bisa menjadi pribadi yang tertutup, suka menyendiri dan jarang ngobrol. Jika demikian akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial anak. Karakter negatif lainnya, lanjut Heri, anak akan menjadi pemarah, gampang meluapkan emosi, meski hanya karena masalah yang sepele. Kemudian pengaruh negatif lainnya ketika anak kecanduan HP adalah anak gampang bosan. Ketika diajak melakukan kegiatan positif atau bercengkrama dengan keluarga anak tidak akan betah berlama-lama. Lalu, dampak selanjutnya, anak juga bisa menjadi gampang stres dan mudah lelah ketika melakukan aktivitas keseharian.

“Kalau anak kita sudah kecanduan HP dan mengalami dampak buruknya, kitalah, kalangan orang tua yang akan repot dan menerima akibatnya,”pungkas Heri mengingatkan.