Kediri, koranmemo.com – Persik Kediri mengagendakan uji coba melawan klub Liga 1 atau Liga 2 Indonesia menjelang kompetisi yang sudah ditetapkan pada 27 Agustus nanti. Kendati demikian, klub harus menunggu status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi level 3 atau 2 oleh pemerintah.
Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahhar Basalamah, menjelaskan, klub membutuhkan beberapa kali uji tanding lagi karena sebelum PPKM hanya tiga klub profesional yang pernah dijajal dalam persahabatan. Sementara lainnya hanya tim dari kompetisi amatir atau klub internal Kabupaten dan Kota Kediri.
“Untuk lawan yang diinginka pelatih dan manajemen adalah yang sepadan, bisa dari Liga 1 atau Liga 2. Kami berencana menggelar setidaknya dua laga uji coba. Mengingat waktu tidak panjang jika tanggal 16 Agustus nanti status PPKM daerah turun,” katanya.
Sesuai dengan peraturan pemerintah daerah, untuk sementara waktu timnya memang tidak bisa tandang atau mengundang klub dari luar eks Karesidenan Kediri. Beberapa kali klub hanya mengundang tim-tim internal PSSI wilayah Kediri saja.
“Setelah PPKM selesai kami inginkan laga uji coba di luar Kota Kediri,” tambah Basalamah.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persik Kediri, Joko Susilo menyebut masih membutuhkan uji coba untuk melihat perkembangan pemain. Menjelang liga, staf kepelatihan membutuhkan data apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan klum menjelang kompetisi bergulir.
Kendati demikian dia tidak bisa terburu-buru mengagendakan karena status PPKM di wilayah Kediri dan beberapa kabupaten atau kota besar di Jawa Timur (Jatim). “Memang keadaan masih PPKM Level 4 jadi kami harus mematuhi peraturan,: tuturnya.
Mengenai lawan, kemungkinan besar, Persik Kediri akan menjajal pertandingan eksebisi melawan Arema FC, Malang yang pernah diagendakan sebelumnya.
Seperti diketahui, rencana tersebut batal karena diterapkannya PPKM di Malang atau Kota Kediri. Pelatih Kepala Persik Kediri berharap ada status PPKM turun agar aktivitas tim kembali seperti biasa.

