
Menjaga kesehatan di usia lanjut tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang berat. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, bergerak aktif, dan bersosialisasi dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran sekaligus kualitas hidup lansia. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberangkatkan peserta jalan sehat yang diikuti para lansia, Selasa (29/09/2026) di Kawasan Selomangleng.
“Alhamdulillah, senang sekali pagi ini melihat antusiasme Bapak Ibu yang luar biasa. Saya ingin menyampaikan selamat memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30. Semoga para lansia Kota Kediri senantiasa sehat, panjang umur, dan bahagia,” ujarnya.

Mbak Wali menegaskan bahwa menjadi lansia bukan berarti peran seseorang berkurang. Justru, pada usia tersebut, para lansia memiliki sesuatu yang sangat berharga, yaitu pengalaman. Banyak cerita kehidupan yang dapat dibagikan kepada anak dan cucu, nasihat yang bisa menjadi pegangan, keteladanan yang dapat dicontoh, serta doa yang menjadi kekuatan bagi keluarga. Karena itu, kesehatan dan kemandirian perlu terus dijaga. Menurut Mbak Wali, sehat bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga pikiran yang tenang dan semangat untuk terus bersilaturahmi. Sementara itu, kemandirian bukan berarti semua hal harus dilakukan sendiri. Selama masih mampu, para lansia diharapkan tetap beraktivitas, melakukan hal-hal yang disukai, serta tetap terlibat dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan. “Bapak Ibu di sini harus terus menjaga silaturahmi. Jadi, tidak hanya tubuhnya yang sehat, tetapi pikirannya juga tenang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menitipkan pesan kepada anak, cucu, keluarga, para kader, dan pendamping agar bersama-sama menjaga orang tua dengan sebaik-baiknya. Selain memastikan kebutuhan makanan dan kesehatan terpenuhi, keluarga juga perlu memastikan para lansia tetap merasa dicintai, didengarkan, dihargai, dan dibutuhkan. Menurutnya, perhatian kepada orang tua tidak selalu harus diwujudkan dalam hal-hal besar. Menemani mengobrol, mengajak keluar rumah, mendengarkan cerita, atau sekadar menanyakan kabar merupakan bentuk perhatian sederhana yang dapat membuat para lansia merasa diperhatikan dan tetap menjadi bagian penting dalam keluarga.

Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh A.M. Qowimuddin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena tidak hanya menjadi kesempatan untuk berkumpul, berjalan santai, dan berolahraga, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memberikan penghargaan kepada para lansia yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga dan pembangunan masyarakat.
Para lansia, menurut Ning Faiq, bukan sekadar orang-orang yang telah memasuki usia lanjut. Mereka merupakan sumber pengalaman dan keteladanan, sekaligus tempat generasi berikutnya belajar tentang kesabaran, keteguhan, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, Ning Faiq menegaskan bahwa menjaga dan mendampingi lansia merupakan tanggung jawab bersama. Para lansia perlu mendapatkan dukungan agar dapat menjalani masa lanjut usia dengan sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bahagia.
“Kami di TP PKK Kota Kediri juga akan terus berupaya mengambil bagian dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, dan peduli terhadap seluruh anggota keluarga, termasuk para lansia. Melalui Pokja I, kami ingin terus menguatkan nilai-nilai keluarga, kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial. Sebab, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi para lansia untuk mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan penghargaan,” pungkasnya.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Qowimuddin, Kepala DP3AP2KB dr. Fajri Mubasysyir, perwakilan Dinas Kesehatan, pengurus TP PKK, dan tamu undangan lainnya.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri